Puasa Bukan Alasan Loyo, inilah Strategi Menjaga Performa Kerja Tetap Puncak di Bulan Ramadhan

Bagi sebagian orang, datangnya bulan Ramadhan sering kali dianggap sebagai tantangan bagi produktivitas. Rasa kantuk karena pola tidur yang berubah dan penurunan energi akibat tidak adanya asupan glukosa di siang hari kerap dijadikan alasan untuk “mode hemat energi” di kantor.

Namun, tahukah Anda bahwa secara biologis, tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa? Dengan manajemen yang tepat, puasa justru bisa menjadi momentum untuk bekerja lebih fokus dan efisien. Berikut adalah 5 strategi jitu agar performa kerja Anda tetap berada di level puncak meski sedang berpuasa.

Setelah sahur dan shalat Shubuh, otak manusia biasanya berada dalam kondisi paling segar dan fokus. Jangan gunakan waktu ini untuk tidur kembali jika memungkinkan. Terapkan Eat That Frog: Selesaikan tugas yang paling sulit, paling membosankan, atau paling membutuhkan konsentrasi tinggi di pagi hari (pukul 08.00 – 11.00). Geser Rapat: Jika memungkinkan, jadwalkan rapat koordinasi di pagi hari saat energi sosial Anda masih penuh.

Rasa kantuk yang hebat biasanya menyerang setelah waktu Dzuhur karena siklus sirkadian tubuh dan kurangnya tidur malam. Jangan dilawan dengan memaksakan bekerja yang hasilnya tidak akan maksimal. Gunakan Waktu Istirahat: Manfaatkan jeda istirahat siang untuk tidur singkat selama 15–20 menit. Manfaat: Tidur singkat atau power nap terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kewaspadaan dan fungsi kognitif tanpa membuat Anda merasa pening saat bangun (sleep inertia).

Performa kerja di siang hari ditentukan oleh apa yang Anda konsumsi di malam hari dan saat sahur. Pilih Karbohidrat Kompleks: Saat sahur, konsumsilah gandum, beras merah, atau sayuran yang melepaskan energi secara perlahan ($slow-release energy$). Ini mencegah sugar crash yang bikin lemas di jam 2 siang. Hidrasi Cukup: Gunakan rumus 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas di malam hari, 2 gelas saat sahur) untuk memastikan otak tetap terhidrasi. Dehidrasi ringan adalah penyebab utama sulit berkonsentrasi.

Puasa bukanlah penghalang kesuksesan, melainkan latihan kedisiplinan. Dengan menggeser beban kerja ke waktu-waktu produktif dan menjaga asupan tubuh, Anda akan menyadari bahwa kualitas kerja Anda bisa tetap terjaga—bahkan meningkat—di bulan yang penuh berkah ini.