Krisis Air Bersih di Garut: 300 KK di Kampung Babakan Tempuh 1,3 Km Demi Air Bersih

GARUT Ratusan warga di Kampung Babakan, RT 02/RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, hingga kini masih terjebak dalam krisis air bersih yang berkepanjangan. Kondisi geografis yang sulit memaksa warga melakukan perjuangan ekstra untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi geografis Kampung Babakan yang berada di dataran tinggi dengan karakteristik tanah tadah hujan menjadi pemicu utama sulitnya akses air. Akibatnya, sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut tidak memiliki sumber air mandiri yang memadai.

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menempuh perjalanan sejauh 1,3 Km menuju mata air terdekat. Medan yang tidak mudah membuat aktivitas mengambil air ini menjadi beban fisik dan waktu yang berat bagi warga setempat setiap harinya.

Aktivitas ini bukan hanya menguras fisik, tetapi juga menyita waktu produktif warga. Para ibu rumah tangga harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari hanya untuk mengangkut air, yang seharusnya bisa digunakan untuk mengurus keluarga atau bekerja. Anak-anak sekolah pun tak jarang harus ikut membantu orang tua mereka memikul air sebelum atau sesudah pulang sekolah, yang tentu saja mengganggu waktu belajar mereka.

Kami sangat membutuhkan sumur bor, minimal dengan kedalaman 30 meter, agar kami bisa mendapatkan air bersih secara layak,” ungkap salah seorang warga saat ditemui di lokasi.

Kualitas air yang didapatkan dengan susah payah itu pun terkadang tidak selalu terjamin kebersihannya. Namun, karena tidak ada pilihan lain, warga terpaksa menggunakannya untuk memasak, mandi, dan mencuci. Hal ini tentu menimbulkan risiko kesehatan yang nyata, terutama bagi balita dan lansia yang rentan terhadap penyakit saluran pencernaan dan kulit akibat penggunaan air yang kurang higienis.

Kebutuhan akan sumur bor kini menjadi prioritas mendesak. Kehadiran infrastruktur air tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah sanitasi dan konsumsi warga Desa Mekarsari, sehingga mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada cuaca atau jarak yang jauh untuk mendapatkan air.