Fungsikan Gubuk Sebagai Tempat Sholat dan Mengaji, Baitul Wakaf Bangunkan Masjid

TIDAK tersedianya masjid menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang bermukim di Desa Talang Empat, Bengkulu. Tak ada pilihan lain, saat tiba waktu sholat dan adzan dikumandangkan, kerinduan sholat berjamaahpun mesti ditunaikan maka gubuk peristirahatan di ‘sulap’ menjadi masjid.

Ukurannya tidak luas, hanya 2X3 meter. Daya tampung juga terbatas, hanya untuk 10 orang jika dipaksa membuat kaki gemetaran, maka yang sholat mesti bergantian menunggu giliran. Selain difungsikan sebagai tempat sholat, jika sore hingga malam dipakai untuk anak anak mengaji.

Warga sekitar menuturkan, kondisi ini sudah dijalani selama lima tahun. Berprofesi sebagai petani tak cukup biaya bangun masjid permanen, namun doa senantiasa dipanjatkan berharap ada kemudahan.

“Sudah lima tahun, kami harus bergantian untuk sholat karena gubuk ini hanya mampu menampung 10 orang untuk berjamaah. Kalau shaf sudah penuh kaki terasa gemetar karena sebagian kayu sudah mulai lapuk. Kami takut ketika sujud, Gubuk yang kami sebut Masjid ini roboh..” ungkap Ustad Baidowi selaku ketua Yayasan Generasi Khoirus Syabab Bengkulu.

Keterbatasan tidak membuat warga dan ustad Baidhowi yang senantiasa membimbing anak mengaji menyerah. Gubuk peristirahatan petani tanpa dinding, beralaskan kayu, genting-genting sudah mulai berlubang, tak jarang ketika hujan deras turun, baju mereka sering kebasahan telah menjadi andalan dan tak pernah sepi dari aktifitas shalat berjamaah dan mengaji.

Mengetahui kondisi ini, membuat Baitul Wakaf mengikhtiarkan pembangunan masjid permanen untuk warga desa Talang Empat, Bengkulu.

“InsyaAllah, ikhtiar pembangunan masjid ini sudah kita mulai. Baitul Wakaf bekerjasama dengan Hidayatullah Bengkulu mewujudkan masjid permanen diatas tanah wakaf yang ada di desa ini’ Ujar Tian Gusti selaku partnership manajer Baitul Wakaf.

Sementara itu, Sutrisno selaku warga desa bersyukur atas dibangunnya masjid setidaknya, inilah jawaban dari doa dan harapannya.

“ Pembangunan masjid ini sudah semakin terlihat hasilnya, kami sangat senang dan bahagia karena terbayang dalam waktu dekat bisa kami gunakan” Ungkap Sutrisno.

Pembangunan masjid telah dimulai sejak akhir Oktober 2020, saat ini progress pembangunan telah mencapai 65 %. Semoga dalam waktu dekat masjid untuk warga desa Talang Empat, Bengkulu segera terwujud.

“Kami targetkan sebelum Ramadhan sudah selesai dan difungsikan normal dengan seluruh sarana yang ada, sehingga warga lebih kondusif dan khusyu saat Ramadhan nanti. Total biaya yang dibutuhkan sampai selesai mencapai 700 juta ” Ujar Tian kembali menuturkan./Niesky

Source: hidayatullah.com