JONGGOL, BOGOR – Lembaga Wakaf Baitul Wakaf sukses menyalurkan paket buka puasa bergizi untuk puluhan santri penghafal Al-Qur’an di Pesantren Tahfiz Qur’an Hidayatullah Sukamakmur, yang berlokasi di pelosok dataran tinggi Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Jumat (06/03).
Perjalanan menuju lokasi bukanlah perkara mudah. Terletak di salah satu titik tertinggi pedalaman Jonggol, tim harus menempuh jalur ekstrim sejauh 15 kilometer dari jalan utama. Medan berupa tanjakan curam dengan kemiringan lebih dari 30° serta jalanan tanah berbatu menjadi tantangan utama. Di beberapa titik, jalan lumpur bebatuan, dan jembatan sempit yang di lalui.
”Lelah kami terbayar tuntas saat melihat binar mata para santri. Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses yang terisolasi, semangat mereka menghafal ayat demi ayat tidak luntur sedikit pun,” ujar Adom, Koordinator Lapangan Lembaga Wakaf.

Begitu adzan Maghrib berkumandang di sela-sela perbukitan yang asri, para santri mengawali berbuka dengan kurma dan air mineral sebelum menyantap hidangan utama. Suasana hangat menyelimuti serambi masjid tempat mereka. Program ini bukan sekadar memberi makan, melainkan bentuk apresiasi atas keteguhan mereka menjaga Al-Qur’an di garis terdepan pedalaman.
Pirwakilan santri pesantren mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kunjungan ini. Jarangnya donatur yang sanggup mencapai lokasi tersebut menjadikan bantuan ini sangat berarti bagi operasional pesantren dan gizi para santri, pungkasnya.

Di balik kabut tipis yang menyelimuti puncak perbukitan Jonggol, kemandirian para santri tumbuh subur di tengah keterbatasan akses yang memisahkan mereka dari hiruk-pikuk kota. Jauhnya jarak dari pusat keramaian dan medan yang sulit ditempuh memaksa mereka untuk terbiasa mengandalkan kekuatan doa serta gotong royong dalam menjalani ritme hidup sehari-hari, mulai dari mengelola kebun sederhana hingga menjaga ketersediaan air bersih.
Namun, isolasi geografis ini justru menjadi anugerah yang menempa konsentrasi mereka; tanpa gangguan sinyal telekomunikasi maupun bising kendaraan, setiap detik di pesantren ini didedikasikan sepenuhnya untuk mendekap ayat-ayat suci, mengubah kesunyian pedalaman menjadi gema lantunan Al-Qur’an yang memenuhi cakrawala setiap harinya.