Agar manfaat wakaf semakin meluas serta menjadi solusi terhadap persoalan masyarakat desa, Baitul Wakaf mengembangkan budidaya ikan air tawar. Saat ini kembali masuki panen yang ke tiga kalinya sejak program ini digulirkan sejak pertengahan tahun 2021 lalu.

Program ini dilatar belakangi ketika pandemi merebak, warga desa Cikangkung yang mengandalkan sektor wisata Ujung Genteng ikut terdampak. Potensi alam dan keahlian masyarakat yang telah ada dikembangkan dengan melakukan kolaborasi dengan lembaga pemberdayaan dan pesantren di desa.

“Alhamdulillah, instrumen wakaf kini telah masuk dalam sektor riil untuk memberi solusi atas persoalan desa. Budidaya ikan air tawar sebagian dibangun dari dana wakaf produktif kini semakin memberikan dampak ekonomi dan sosial” Ujar Juliardin, selaku project program wakaf menuturkan.

Seperti biasa, panen kali ini terserap 100 %, bahkan banyak permintaan pasar yang belum dipenuhi dan kolam yang belum dipanen sudah dinantikan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada.

“Kali ini satu kolam menghasilkan 1.585 Kg dan seperti biasa, setelah dibagi modal kerja selisihnya disalurkan untuk pangan puluhan manula dhuafa dan bantu satu lembaga pendidikan desa” Ujarnya lagi

Yang membahagiakan ketika program ini berjalan adalah perubahan budaya yang semakin positif, beberapa pemuda desa makin jauh dari budaya menjadi preman dipinggir jalan dan lebih memilih menjadi pembudidaya ikan.

Berkahnya wakaf, saat dikelola bukan hanya mendapat pahala jariah yang mengalir deras tapi manfaat yang semakin luas. Kejar berkah keutamaan hari jumat dan waktu pagi dengan wakaf produktif. Saatnya berwakaf untuk memakmurkan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.