Di awal juli tahun 2021, program sumur wakaf produktif untuk Pesantren Hidayatullah Kaimana Papua Barat mulai diluncurkan. Semula sumber air yang ada adalah sumber air resapan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pesantren. Hal ini mengakibatkan hampir setiap hari, santri berjibaku mengangkat air dari sumur warga di sekitar pesantren dengan kondisi air yang juga tidak layak untuk dikonsumsi.

Ikhitiar berlanjut, pertengahan Agustus Baitul Wakaf mengirimkan tim survey sumber air menggunakan peralatan geolistrik menuju Kaimana. Tim tersebut beranggotakan 2 personil. Saat itu mereka melakukan survey lebih kurang 3 hari kerja. Namun karena situasi PPKM akibat pandemi covid-19 sehingga tim survey bertahan 7 hari di Kaimana akibat penerbangan dari dan ke Kaimana hanya dilayani 1 pekan sekali.

Setelah tim survey kembali ke jakarta, 3 hari kemudian hasil survey dirilis dan dikirimkan ke relawan baitul wakaf di kaimana. Anggota relawan cukup terkejut juga setelah menerima hasil survey tersebut dimana dari 2 hektar luas lokasi pesantren hanya ditemui 2 titik sumber air dengan kedalaman 120 meter. Namun ini tidak menyurutkan niat Baitul Wakaf hadirkan sumur wakaf untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pesantren tersebut.

Tim Pengeboran Dari Luar Pulau

Setelah survey selesai, lokasi titik dan kedalaman sumber air yang akan dibor telah diketahui, relawan mulai mencari tim pengeboran yang ada di Kaimana untuk mengebor sumur wakaf mulai ditemui kendala awal. Ternyata di Kaimana tidak ada jasa bor yang bisa lakukan pengeboran hingga kedalaman yang diinginkan dan jasa pengeboran yang ada semua masih dengan cara manual. Setelah itu relawan mulai mencari ke kabupaten dan kota di sekitar Kaimana dan akhirnya dapat jasa bor yang sanggup dari kota Sorong. Setelah berkomunikasi, bernegosiasi dan bersepakat dengan jasa bor tersebut, mulailah persiapan berangkat menuju ke Kaimana. Rencana awal keberangkatan itu bertepatan dengan tanggal 3 Oktober 2021 namun keberangkatan tersebut tertunda karena kapal perintis KM. Sabuk Nusantara ada pembatalan penumpang umum dikarenakan kapal tersebut digunakan untuk mengangkut peserta Konfrensi Besar Masyarakat Adat Papua ( KBMAP ) ke IV yang digelar di Kaimana .

Tim pengeboran yang sudah beli tiket terpaksa mengembalikan tiket dan mengangkat peralatan yang sudah dibawa kembali ke rumah. Alhamdulillah pada tanggal 19 Oktober akhirnya tim pengeboran bisa berangkat ke Kaimana dengan KM. Tatamailau dari sorong menuju ke Kaimana. Alhamdulillah setelah berlayar beberapa waktu tim tiba di kaimana pada tangal 24 Oktober 2021.

Empat Kali Longsor  

Setelah tiba di Kaimana tim beristirahat 1 hari dan pada tanggal 26 Oktober, pengeboran perdana mulai dikerjakan. Setelah pengeboran berjalan 5 hari, pada tanggal 30 Oktober sumur pun telah selesai di bor dan air mulai disedot. Namun pada keesokan harinya pada tanggal 31 Oktober 21 pagi, terjadi longsoran cukup besar dipermukaan tanah sekitar sumur bor dengan diameter hampir 1 meter dan mengakibatkan pecahnya pipa casing sumur di kedalaman 15an meter. Akibat longsor dan pecahnya pipa casing menyebabkan sumur buntu dan terpaksa relawan menutup longsoran tersebut dengan semen cor untuk hindari melebarnya longsoran.

Setelah relawan berdikusi dengan tim pengeboran, diputuskan lakukan pengeboran ulang dititik yang baru yang berjarak kurang lebih 1-2 meter dari sumur pertama. Pengeboran di titik ke dua ini terbilang cukup mudah dimana dalam 3 hari tepatnya tanggal 2 November 2021, pengeboran telah selesai dan mulai lakukan penyedotan air, namun kendala kembali terjadi, setelah beberapa jam air disedot kembali terjadi longsoran di permukaan sumur yang mengakibatkan pecahnya casing sumur di kedalaman 50an meter. Sumurpun buntu kembali dan tidak dapat dipergunakan.

Kembali relawan berdiskusi dengan tim pengeboran dan memutuskan pindah ke titik ke 3 yang berjarak kurang lebih 30 meter dari titik ke 2.

Pengeboran pun dimulai kembali di titik ke 3, pengeboran ini dimulai pada tanggal 11 November 2021 di titik ini pengeboran diselesaikan selama 3 hari dengan kedalaman 100 meter. Sumber air yang didapat pun cukup besar dan air yang dihasilkan jernih. Diputuskan mulai memasukkan pompa celup dan memasang pipa penyedot ke dalam sumur ini. Namun keesokan harinya longsoran terjadi kembali bahkan lebih parah dari lubang sebelumnya. Longsoran ini mengakibatkan pecahnya pipa casing di kedalaman 27 dan membuat mesin pompa terjepit sehingga tidak dapat dinaikkan ke permukaan.

Situasi mesin terjepit ini membuat tim memutuskan lakukan pengeboran disamping lubang sumur ke 3 dengan maksud agar dapat menyelamatkan mesin pompa, namun kendala kembali terjadi lagi, sumur yang sudah mencapai kedalaman 60an meter longsor secara tiba-tiba dan membuat hilangnya mata bor. Akhirnya kami bersepakat memutuskan penghentian pengeboran sementara waktu dan mencari alternatif menggunakan pipa casing besi agar tidak terjadi pecah kembali pada pipa casing.

Saat ini tepat tanggal 20 November 2021, tim pengeboran telah beristirahat sekitar 5 hari tidak beraktifitas sembari menunggu adanya pipa casing besi untuk melanjutkan pengeboran.

Serah Terima Sumur Wakaf Produktif

Perjalanan dan tekad untuk mengatasi persoalan air bersih di pedalaman Papua akhirnya berbuah manis. Pada titik pengeboran kelima baru menunjukan hasil yang baik dengan mencapai titik kedalaman 117 M2.

Awal Januari 2022, sumur wakaf diserahkan sebagai asset wakaf yang dibangun untuk mengatasi persoalan air bersih diujung timur Indonesia sekaligus memakmurkan asset wakaf berupa pendidikan yang menampung ratusan santri.

“Ini sebuah ikhtiar dan doa yang panjang dari santri dan masyarakat serta dukungan tak kenal putus dari para wakif Baitul Wakaf. Sehingga, wakaf sumur produktif yang ke 20 ini mampu menjangkau terjauh dan pedalaman” Ujar Adom, selaku Project Program Kordinator.  

Rasa syukur juga tak henti hentinya dipanjatkan oleh segenap pengasuh, santri, serta masyarakat setempat. “Terimakasih kaka, dolo kitorang susah air, sekarang Air su banyak” Ujarnya santri dengan bahagia. Saatnya hadirkan Sumur Wakaf Produktif di daerah krisis air bersih agar menjadi investasi pahala yang mengalir abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.