Jakarta. Baitul Wakaf mengikuti FGD yang diselenggarakan oleh KNEKS ( Komunite nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) berlokasi di Hotel Mercury Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung mulai dari Rabu hingga Kamis ini diikuti oleh perwakilan Badan Wakaf Indonesia dan pimpinan 18 perwakilan nazhir wakaf. (10/11)

Acara FGD ini menghadirkan lima narasumber utama, yaitu Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Direktorat Kemeterian ATR/BPN, Badan Wakaf Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Link Aja Syariah dan Nazhir Wakaf Rumah Wakaf.

Pada sessi pembukaannya, narasumber pertama Drs. H. Tarmizi Tohor selaku Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama pentingnya integrasi data wakaf secara nasional untuk membangun pemetaan dan pengembangan tanah wakaf.

“Kementerian Agama telah memiliki aplikasi SIWAK, namun kami sadari masih banyak keterbatasan didalamnya. Maka, untuk memudahkan kordinasi dilapangan dan integrasi sistem informasi, Kemenag telah melakukan MOU dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang terkait wakaf. Kami juga tengah mendorong peningkatan kapasitas KUA didaerah agar mampu mengaratasi jika ada problem yang berkaitan dengan asset wakaf” Ujarnya.

Sementera itu pada sessi selanjutnya dilanjutkan oleh kementerian ATR/BPN yang mendorong pentingnya asset wakaf disertifikatkan untuk mengantisipasi resiko dimasa mendatang. Dorongan yang sama juga dari Badan Wakaf Indonesia data yang dihimpun akan mempercepat digitaliasi sinergi ekosistem wakaf.

Sedangkan narasumber pada hari kedua dari Link Aja Syariah sebagai layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi juga tidak ketinggalan telah memberikan dukungan kemudahan dan kolaborasi dengan sejumlah nazhir wakaf dan islamic social finance. Dukungan yang sama juga ditunjukan oleh BSI sebagai juga mengjadikan strategi membangun ekosistem ziswaf.

Dalam sessi diskusi dan FGD, Rama Wijaya selaku perwakilan dari Baitul Wakaf menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungankepada KNEKS yang memfasilitasi FGD serta memberikan apreasiasi kepada Kemenag, Kementerian ATR/BPR serta Link Aja Syariah dan BSI yang telah menjalin kemitraan dengan Baitul Wakaf.

“InsyaAllah diskusi dan FGD ini sangat bermanfaat. Selain merumuskan dan mengupdate data wakaf yang bisa diintegrasikan secara nasional juga bagaimana membangun literasi inklusif untuk mendorong pertumbuhan wakaf dan pada semua level sinergi yang telah dibangun mesti terus ditingkatkan” Ujar Rama menyampaikan dalam sessi diskusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.